Weather (state,county)

Breaking News

Bahasa lampung, bahasa yang bisa hilang jika tidak di lestarikan.

Foto di ambil dari FODISAI


Lampung - sungkaibungamayang.com
Lampung (Aksara Lampung) adalah sebuah provinsi paling selatan di Pulau SumatraIndonesia, dengan ibu kota Bandar Lampung. Provinsi ini memiliki dua kota yaitu Kota Bandar Lampung dan Kota Metro serta 13 kabupaten. Posisi Lampung secara geografis berada di sebelah barat berbatasan dengan Samudra Hindia, di sebelah timur dengan Laut Jawa, di sebelah utara berbatasan dengan provinsi Sumatra Selatan, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Selat Sunda.

Namun kali ini yang perlu kita bahas ialah mengenai bahasa lampung, seperti di ketahui lampung memiliki bahasa daerah nya sendiri, bahkan lampung juga memiliki aksara sendiri yaitu aksara lampung, secara garis besar bahasa lampung terdiri dari 2 dialek Yaitu A dan O (dialek Api dan Nyo).

Tapi ada yang di sayangkan dari bahasa lampung dan aksara lampung, yaitu penduduknya sendiri yang tidak menggunakan bahasa daerah lampung, apa lagi menggunakan aksara lampung, dalam kehidupan sehari-hari hanya di desa dan kota kecil kita bisa menemukan penduduk menggunakan bahasa lampung,Lain hal dengan bahasa palembang sumatra selatan, bahasa betawi, bahasa sunda yang begitu mudah di temukan di mana-mana.

Jika kita sedang berada di palembang, sulit menemukan orang tidak berbahasa palembang walaupun orang tersebut bukan palembang asli, jikapun ada bisa di pastikan ia adalah pendatang yang baru sehari dua sampai di kota tersebut, jika sudah lebih dari satu minggu bisa di pastikan langsung berbahasa palembang, begitupun bahasa jawa, sunda, betawi yang mudah di temukan saat berada di daerahnya.

Oleh karena itu, saya selaku penulis mengajak pembaca untuk bisa menggunakan bahasa lampung dalam kehidupan sehari-hari, walau tidak berbahasa lampung secara keseluruhan setidaknya mulailah mengganti sebutan/panggilan dalam bahasa indonesia atau dari bahasa jawa ke bahasa lampung,
Seperti mengganti kata (pakde menjadi pakcik, bukde menjadi bikcik, mas menjadi kiyay, mbak menjadi Atu dan lainya)

Mak ganta kapan lagi ?
Mak kham sapa lagi ?
( Jika tidak sekarang kapan lagi?
Jika bukan kita siapa lagi ? )

Pah kham jama-jama pakai bahasa lampung, damun mak haga bahasa kham lebon.

(Ayo kita sama-sama gunakan bahasa lampung, jika tidak ingin bahasa kita hilang).

Mahhappun jama kuti khumpok, punyimbang tuha raja, damun sekikha ni wat tulisan sai mak nujum di hati, jama kuti khumpok hikam kilu mahhap, jama Allah hikam tabik kilu ampun.
(Mohon maaf kepada tokoh adat, jika ada tulisan yang kurang berkenan, dan kepada Allah saya mohon ampun)

Ditulis oleh Aga Gumantara

Tidak ada komentar