Weather (state,county)

Breaking News

Dampak covid-19 batalkan cangget lebaran di desa kubuhitu


Sungkai barat-sungkaibungamayang.com
Tidak hanya berdampak secara ekonomi, adanya pendemi covid-19 juga berdampak pada sendi-sendi kehidupan yang lain, salah satunya ialah kelestarian adat budaya lampung.

Sebelumnya di ketahui telah di rencanakan, akan adanya canggot bara muli mekhanai (sebuah acara adat dalam budaya lampung) semarga sungkai bungamayang sekaligus peresmian balai adat tiyuh kubuhitu yang akan di laksanakan H+2 idul fitri 1441 hijiriah.

Namun rencana tinggal lah rencana yang tak bisa di realisasikan, hal ini di akibatkan adanya pandemi covid-19 yang menimbulkan banyak nya peraturan dan larangan berkumpul, sebut saja pysical distancing.

Oleh karena itu Ali Nizar SH selaku ketua Forum muli mekhanai sungkai barat sekaligus pentolan FODISAI (Forum muda mudi sungkai), memohon maaf atas pembatalan acara yang sudah sempat di rencanakan secara matang, " saya selaku ketua forum muli mekhanai sungkai barat memohon maaf atas pembatalan acara cangget bara semarga sungkai bungamayang yang sudah di rencanakan, bahkan ada yang sudah bertanya-tanya jadi atau tidak, oleh karena itu saya sekaligus memberitahukan bahwa rencana gagal di tahun ini, semoga bisa terlaksana di tahun berikut nya " ucap nya

Selain dari pemberitahuan pembatalan rencana kegiatan adat, Ali nizar SH juga mengajak muda-mudi sungkai barat untuk dapat mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penularan covid-19
" Selain dari pada itu saya mohon kepada muda-mudi se sungkai barat, mari bersama-sama kita patuhi protokol kesehatan demi terputus nya mata rantai penularan covid-19 agar covid bisa segera usai dan musnah dari bumi ini " lanjutnya.

Di tempat terpisah Pera Saputra selaku kepala desa Kubuhitu membenarkan adanya pembatalan rencana peresmian balai adat dan Cangget Bara meski dana sudah di siapkan pemerintah desa
" Ya benar rencana peresmian balai adat dan cangget bara kita batalkan meski dana nya sudah kita siapkan, hal ini karena sedang ada pandemi ini, saya menghimbau warga untuk tidak berkumpul dan mengadakan keramaian, bahkan halal bihalal (surawan dalam bahasa lampung) pun di tiadakan demi meng antisipasi penularan covid-19, ini demi kebaikan masyarakat kubuhitu dan salah satu bentuk perduli saya terhadap mereka agar terhindar dari wabah covid-19" tutup nya. *agt

Tidak ada komentar